Wednesday, February 24, 2010

Pekat Sang Cahaya Malam...

Egoisku memuncak saat ku mengerti dan melihatnya Cukup…ini bukanlah aku, hingga dalam bayangnya pun kau bisa tertipu? Dia hanyalah dia… Sebuah kemunafikan dalam kepurapuraan Tanpa satu kata yang terucap dalam diri Hanya memandang semu kesatu titik… Langkahku mulai lelah menyusuri jalan setapak ini Terhenti di dalam keramaian… Bising teriakan sang bocah memaksaku tersadar ada dimana aku? Malam ini kuberhenti disatu persimpangan atas sebuah rasa Akan dibawa kemana? Setiap kata yang terucap dan yang ingin kuucap selalu siasia Menentukan setiap warna dalam satu gorensan diatas kanvas kosong Kepekatan mendominasi pikiran semu Apa semua tampak semakin bermakna? Tanya muncul dalam benak sang kekasih Dimana dia? Berputar dalam galau, saat tangan ini hendak memulainya Dalam kesempurnaan Cahaya Sang Purnama… Tanpa kepastian yang kurasa hanya sebuah kebohongan dalam janjji cahaya tulus Goresan diatas kanvas kosong dibawah cahaya semu Harus kah berakhir seperti layaknya keagungan Purnama? Berganti bentuk dan hilang dalam malam? Kepekatan Sang Purnama dalam kegalauan dari hati yang mulai membeku dan mati Yang sanggup kulakukan hanya menatap dirinya yang datang dan duduk dihadapanku Sempurna dalam naungan laku sebuah kemunafikan…yang kutau semu dalam pekat warnamu… Tetaplah ada disampingku meski kau tak merasa kehangatan itu hadir… Jogjaku

-enya dan duniaku-

No comments:

Post a Comment