Kau mulai membuatku tersenyum…meski hanya sedetik Sebuah kejujuran hati yang mulai perlahan hilang Tertutup akan kelamnya sebuah kenangan pahit Yang kutau setiap jengkal hidup akan dijalani dalam kepurapuraan sang ego Dimana rima puisi jiwa yang tertulis harusnya bisa lebih indah Saat racikan warna warni dipandang dalam satu makna-hanya hitam kesakitan Sayatan luka masalalu begitu memilukan sang hati Pantaskah airmata kembali jatuh untuk suatu hal yang harusnya sudah terkubur dan hilang? Atau airmata ini akan kembali jatuh untuk sebuah kisah yang baru? Bagaimanapun aku telah mulai terbiasa berkawan dalam kelam Mengapa tak kau bantu aku berkelana untuk sesaat? Saat mentari menantang jiwa ini untuk menerima cahaya kehidupannya Yang hanya tertutup gelapnya malam? Harmoni nyanyian sang dewi dalam mencari setitik arah pasti damai hidup Mengapa harus bergantung pada waktu bila semuanya bisa berjalan baik? Merangkai bait demi bait agar harmoni lagunya kembali melantun dengan indah Bergerak meski kadang masih tampak keraguan disana Raut wajah yang begitu merindukan kebahagiaan nyata Tersenyum dalam kepahitan… -enya dan duniaku-
No comments:
Post a Comment