Detak jarum jam dinding yang menggantung ditembok kamar mengusik tidurku…
Ahhh ternyata sudah pagi, berat ku paksa bangun dari tempat tidur, satu aktivitas rutin sebagian hidupku…
Pening yang kurasa dari semalam masih tetap setia menggelayut diotak…semakin memberatkan pagiku..
Derit suara pintu kamar memecah keheningan pagi, yang kutau semua masih terbuai dalam tidur mereka…
yah…ini masih jam 4 pagi pantas semuanya masih sibuk dengan mimpi indah masingmasing…
Inilah salah satu kebiasaan baruku, tidur ku tak pernah tenang…kebiasaan buruk yang baru muncul akhirakhir ini…tidur normalku sedang berkelana, hanya mampu menikmati tidur paling lama 3jam dalam semalam…
Berat kaki kulangkah keluar kamar dan berhenti dimeja makan, ku teguk segelas air putih menghilangkan dahaga ini…segara sesaat
Dalam kesendirianku dipagi ini, ada semangat yang hilang, ku bosan, jenuh dan dititik kelelahan akan sebuah pikiran semu…
Kalau sudah seperti ini hanya bisa terdiam…..perlahan masuk ke dalam pikiranpikiran semu tanpa ujung, reflex tanganku tanpa diperintah, memutuskan meracik secangkir kopi hitam untuk menemani ku dipagi ini…semoga mampu menghilangkan kepenatku yang makin menggila…
Hela nafas yang keluar terasa berat, seperti memikul bertonton beban dalam diri
Baiklah…
Seperti sudah terlatih…ku mulai merangkai kejadian demi kejadian yang menjadi akar dari segala kejenuhanku, semilir sang bayu dipagiku tak mampu memberikan kesejukan walau hanya sedetik..
Kegelisahan yang tak berujung, muak akan keadaan ini…harus seperti apa lagi? pertanyaan datang bagai serangan ribuan anak panah dalam medan perang…
dimana kau sekarang?
Bukankah kau adalah temanku saat ini?
Mengapa hanya diam?
Kau hanya duduk menatapku…
Hanya kekosongan yang kulihat disana…
Hanya senyum kesinisan yang tergambar…
Tidakkah ada niat untuk menolongku kali ini?
Kaupun tentu bosan bukan?
Kali ini…
Bisakah kita bekerjasama untuk mengusir semua kepenatan yang datang tanpa henti?
Aku membutuhkanmu…sangat
***********
Tetap saja kebekuan yang kurasa…hingga tak satupun tulisanku mampu menggambarkan akan keadaanku saat ini…
Harus kemana lagi? Kehadiran seseorang yang berjanji akan selalu ada hingga saat ini tak mampu menolongku melewati semuanya, terkadang keegoisanku sebagai seorang manusia muncul-hanya ingin dimengerti sepihak…yang kutau bebannya saat ini lebih berat dari apa yang kurasa sekarang…aku merindukan dirinya-sungguh
Benarkah aku paham tentang dirinya? Benarkah aku mengerti akan keadaannya? Kadang aku selalu merasa lelah untuk mengeri keadaan orang lain, dimana mereka tak pernah mau mengerti tentang keadaanku…
Aku hanya ingin berlari, menghilang dari semuanya…
Aku ingin sendiri, kehadiran mereka cuma menambah beban otakku
Tapi harus kemana? Bukankah semua pasti ada jalannya?
Kusadar dan mengerti kemana seharusnya aku melangkah…kemana seharusnya aku bersandar…
Kegelisahan yang selalu kurasa dalam diri ini semakin membuatku menjadi seorang yang egois…
Aku tidak peduli dengan orang lain hanya ada aku dan diriku sendiri…
Maaf…inilah aku untuk sekarang ini
Silakan kau menilai siapa aku, simpulkan dalam pikiran seperti apa diriku yang sekarang…
Duduk diheningan pagi, bersama diriku, secangkir kopi yang mulai dingin dan rokok…hanya mereka yang mampu mengusir penat pikiranku-walau hanya untuk sedetik…
Dan aku lelah…
-enya dan duniaku-
No comments:
Post a Comment