Wednesday, October 2, 2024

…berdamai bersama diriku dalam kebekuan

Soreku 21Januari2010

Apa yang ada dipikiran ini?

Lupakan dan lepaskanalah

Melepaskan setiap kegelisahan yang terus menggerogoti hati

Kebekuan tercipta membuat hati semakin terasa mati…

Menatap langit luas disoreku

Mencari setiap celah yang tampak tak sempurna-namun siasia

Beralih memandang setiap hal yang tampak dari sudut mata untuk menjadi satu hal yang pantas untuk di cela dan hasilnya tetap sempurna…

Mencari setiap bentuk kesalahan yang bisa kujadikan pelampiasan akan kegelisahan yang tak pernah ku inginkan’

Penat dalam kepekatan yang terus terjadi…

Otakku mulai merasakan suatu hal yang semakin sulit kuhentikan…

Duduk dibangku kosong sambil ditemani secangkir kopi hitam dan rokok…

Kulalui sore ini dengan kegelisahanku yang makin menggila…

Hingga semilir angin yang seharusnya mampu menyejukkan soreku tak kurasa setuhannya…

Hati semakin gelisah …pikiranku carut marut-dengan indah mereka terus menari dan melompat bebas dari masa ke masa…

kuingin hentikan semua ini sejenak saja…namun semua siasia

Pening tak mau ketinggalan berlomba merongrong tiap sudut kepalaku…

Kegelisahan apa ini? Hati dan otakku benarbenar tidak sedang berdamai…

“Jujur pada diri sendiri

Dalam pikiran

Dan rasa itu…”

Bila dalam hal ini sebuah kejujuran tidak berarti lagi…

Apa itu juga suatu hal yang penting untuk dilakukan?

Kuingin tetap bertahan dengan keadaan ini, keegoisanku sebagai seorang manusia muncul…takkan pernah kulakukan…

Dalam kebekuan yang mulai terbentuk oleh keangkuhanku atas sebuah prinsip…

Hingga tak sadar akan berapa lembar kertas yang sudah kutulis dan akhirnya kubuang dengan percuma-tulisan dalam kekosongan yang hanya melahirkan katakata tanpa perasaan-hampa…

Menikmati kesendirianku dalam kebekuan yang kucipta sendiri…membangun tembok kokoh untuk sebuah hati yang sudah tak merasakan apapun-mati suri

Namun mengapa hati ini masih merasakan kegelisahan itu-masih merasakan perasaan yang sangat menyesakkan batin

Berakhir dipemikiran masa depan saat kubisa merasakan “damai” itu hadir bersama seseorang yang mampu menerimaku dengan tulus apa adanya-menawarkan sebuah cinta yang sederhana tanpa kesakitan…

Kadang kuhanya ingin berlari

Pergi mencari semua jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul…

Namun satu jawaban yang sudah ku mengerti sampai sekarang bahwa semua itu tidak bisa membantuku-hanya akan berulang dan terus berputar menghantui hidupku…

Kutetap diam dalam kebekuan tanpa kata

Menatap kosong setiap hal yang terlintas didepanku

Kuingin hentikan semuanya sekarang…

Baiklah saat otakku mulai tersadar, kubangkitkan kesadarannya sesaat-mencari pikiran yang netral tak berpihak dengan yang lainnya…

Apa yang harus kulakukan…

…Akan kuhadapi semua ini,

Berperang melawan diriku-akan ada sebuah jawaban yang sesungguhnya tak pernah bisa ku mengerti…

Sulit dan rumit-berdamai dengan diriku-jujur padanya…apa yang sebenarnya ingin kulakukan…

Soreku terusik dengan pikiran bodoh yang mengambang bagai daun teratai dipermukaan air yang tenang namun sedikit riak dapat menenggelamkan semua yang ada dipermukaannya…

Duduk dibangku kosong dalam kebekuan ini

Menatap setiap celah yang sanggup membuat hati ini mencari sedetik untuk sebuah ketenangan…

Dalam kesendirian disoreku…



-enya dan duniaku-