Wednesday, February 24, 2010

Dia ‘Embun’…

Seperti layaknya embun dipagi hari, aku ingin menyejukkan setiap orang yang ada didekatku…untuk mereka yang selalu mencintaiku tulus, indah laku sang embun dalam dinginnya kehidupan. Hai, namaku Embun, siapa aku? Hanya seorang gadis biasa dengan banyak harapan untuk hidupku sendiri. Ku ingin bercerita tentang kebiasaanku yang aneh di pagi hari. Saat semua insane terlelap dalam tidur mereka, aku selalu terbangun..suara sahutan ayam berkokok yang selalu nyaring mengiringi datangnya sang mentari.. Seperti embun dipagi hari, begitu sejuk saat kau menyentuhnya…membuat hati terasa tenang, angin bersembus sepoi menyapu wajahku, rona merah saat kebekuan ini terasa begitu menusukku… Pagiku dalam sepi, dudukku ditemani nyanyian sang kodok, melompat menari melewati daun teratai yang mengambang sempurna dipermukaan air danau. Kusentuh rumput disekelilingku, masih basah dengan embun. Setiap langkah dalam hidupku, aku hanya ingin memiliki makna, inilah aku dan duniaku..kesendirian ini membuatku lebih menikmati segalanya dari berbagai sisi..berwarna warni seperti pelangi, keberadaanku kadang hilang bagai debu, hanya angin yg membawaku, melayangkan raga ini kemanapun dia ingin berhembus…hanya melintas sebatas nama... Kadang pemikiran ini berontak melompat ga jelas…masa lalu dan masa sekarang saling bersinggungan, kalo seperti ini kapan aku bisa tenang memikirkan keinginanku memperbaiki semuanya? Saat ku merasa mulai membaik bayangan masa laluku selalu datang, seperti melihat film dilayar kaca… Ah bosan dengan keadaan ini, ku hanya ingin hidup untuk diriku dan orang2 yang menyayangiku tulus. Tak ada waktu untuk mereka yg sudah membuatku sakit, mereka bukan orang penting…ketenangan pagiku kadang terusik dengan segala pemikiran bodoh ini, kapan aku bisa tenang hanya untuk menikmati keindahan ini? Sedetik saja…semua berharga untukku… layaknya embun pagi yang hanya tau memberi kesegaran namun tak pernah mengharap balasan...dimana keberadaannya selalu dilupakan...kasian Tanganku kembali tak sengaja menyentuhnya-dingin, kesejukan ini mulai menenangkan kembali hatiku yang mulai dikuasai ego, akankah sejuk ini tetap memihak untukku? Tak ingin bertanya dan memulai mencari jawabannya…hanya ingin menikmati apa yang mulai kurasa saat ini… tak sadar mentari mulai berani menampakkan sinarnya…warna emasnya membias saat mengenai embunku, kilaunya bagai Kristal yang sempurna, indah…kuingin sepertinya, laku dan raganya begitu rapuh namun kuat, dengan apapun keadaan yang terjadi disekelilingnya… Melewati pagiku dengan cerita yang sama namun tak pernah jenuh untuk mengulang kebiasan ini, embunku bersama embun yang mampu menenangkan hati dan jiwa ini… Melangkah pasti, berlalu tanpa menoleh pada kesakitan, mengikhlaskan semua yang sudah terjadi…untuk sebuah harapan yang indah… malamku bersama sepi... -enya dan duniaku-

No comments:

Post a Comment